Gimana Cara Mengetahui Panggilan Hidup Atau Calling Kamu?

Jadi, kamu udah tau: Waktu baru masuk kuliah, kamu seneng karena memang kamu menikmati gambaran mata kuliah yang diajarkan dibandingkan dengan yang ada di jurusan lainnya. Hal tersebut juga berlaku waktu kamu udah masuk peminatan dan mengerjakan Tugas Akhir.

Ehhh… saat kamu mengerjakan serangkaian demi serangkaian tes seleksi masuk pekerjaan yang sesuai bidang kuliahmu, kamu baru ngeh sama satu hal: Ini sama sekali bukan passion alias panggilan hidup kamu!

Banyak fresh graduate kesulitan untuk menentukan apa panggilan hidup mereka sebenarnya dalam dunia kerja — atau yang biasa disebut dengan calling, atau tujuan hidup yang ditetapkan Tuhan untuk manusia jalani.

Mengetahui apa kelebihan dan kekurangan kamu, sekaligus talenta apa yang Tuhan percayakan kepada kamu, atau bahkan mengerjakan aneka tes minat bakat dan tes kepribadian, tidak cukup bagi kamu untuk yakin dalam mengenal apa calling kamu sebenarnya di dunia kerja. Dengan kata lain, mengetahui dari “kulit luar” saja gak bakal cukup buat kamu mengetahui, “Kerjaan yang gue banget apa, sih?”

Cara yang paling efektif adalah mencoba sebanyak mungkin kerjaan yang kamu tahu kamu pasti bisa mengerjakan. Waktu kamu kuliah, mungkin kamu berkutatnya cuman sama hal-hal seputar jurusanmu. Misalnya, jurusanmu Akuntansi, hal-hal yang kamu kerjain mungkin seputar mengelola keuangan pribadi dan perusahaan, Sistem Informasi Akuntansi, dan sebagainya.

Begitu kamu masuk dunia kerja, mungkin fungsimu tidak terbatas hanya pada mengerjakan hal yang sesuai dengan jurusanmu. Terkadang, ada situasi tertentu kamu diharuskan untuk menerima pesanan yang kaitannya kecil, atau bahkan tidak berkaitan sama sekali, dengan jurusan yang kamu ambil semasa berkuliah.

Dari situ, kamu belajar untuk membuka pemikiran untuk mencoba hal-hal baru. Bagaimana pun juga, kalau kamu tidak pernah mencoba hal di luar yang kamu ketahui, maka selama-lamanya kamu tidak akan mengenal hal di luar yang kamu ketahui. Hal tersebut juga berlaku untuk pekerjaan yang kamu kerjakan.

Lewat mengerjakan berbagai macam hal tersebut, kamu baru bakal ngeh, “Aku ini “hati”-nya di mana, ya?” Atau, dengan kata lain, kamu mulai dapat membedakan pekerjaan mana yang benar-benar kamu nikmati untuk kerjakan dibandingkan pekerjaan lainnya. Kamu juga mulai melihat, dari pekerjaan yang benar-benar kamu nikmati untuk kerjakan tersebut, orang-orang membutuhkan keahlianmu. Dari situ, kamu mulai lebih mengenal yang namanya calling atau “panggilan hidup”.

Keyakinanmu akan panggilan hidup atau calling ini diuji ketika ada halangan dan rintangan dalam hidup. Halangan dan rintangan dalam hidup ini akan selalu berusaha menjatuhkan nilaimu, membuatmu mempertanyakan realitamu, dan kebingungan sehingga kamu menjauh dari calling yang kamu yakini. Kamu tidak dapat menghindari hal ini, tetapi kamu dapat mengantisipasinya. Berpeganglah teguh pada calling itu, karena calling adalah hal yang dunia tidak dapat ambil dari kamu.

Ada kalanya kamu menemui masalah dan kamu sudah mentok sama jalan keluarnya. Untuk sesaat, kamu gak yakin apakah kamu sudah mengambil langkah yang benar atau tidak. Kamu tahu jawabannya “ada di sana”, tapi kamu hanya melihat halangan dan rintangan yang membuatmu meragukan calling yang kamu yakini.

Tentang hal tersebut, kamu dapat mencari inspirasi. Dalam mencari inspirasi, hal pertama dan yang paling utama untuk kamu sadari adalah inspirasi dapat muncul di tempat yang biasanya kamu kunjungi maupun di tempat-tempat yang tidak pernah kamu kunjungi sebelumnya. Karena itu, penting untukmu keluar dari rutinitas kamu yang biasanya.

Misalnya, kamu dapat mencoba untuk duduk di tempat yang berbeda dari biasanya atau mengambil jalan pulang atau pergi ke tempat kerja dengan rute yang berbeda. Siapa tahu, dari perbedaan tersebut, kamu menemukan ide atau gambaran kira-kira ke mana calling kamu bakal terarah.

Di antara semua halangan dan rintangan yang berusaha menjauhkan kamu dari calling, lingkaran pertemanan adalah salah satu hal yang perlu kamu perhatikan. Berhati-hatilah dengan orang-orang di sekitarmu yang mencoba menjatuhkan semangatmu dengan pura-pura mengajakmu “berpikir positif” atau “berpikir dari sudut pandang yang lain” mengenai calling kamu, atau mempersalahkan kamu atas tujuan baik yang kamu cita-citakan sesuai dengan calling-mu. Orang-orang ini adalah orang-orang yang tidak mendukungmu dan memberi kamu hawa negatif yang tidak baik untukmu mengenal panggilan hidupmu.

Karena itu, pastikan kamu memiliki lingkaran pertemanan, atau orang-orang di sekitarmu, yang baik dan jika memungkinkan, secara aktif mendukung tujuan dan calling kamu. Dengan memastikan dirimu dikelilingi orang-orang yang suportif seperti demikian, kamu akan termotivasi untuk mengejar target, cita-cita, dan tujuan yang sesuai dengan calling yang kamu yakini.

Dari situ, kamu menjadi orang yang bersinar di bidang pekerjaan yang merupakan panggilan kamu. Bersama dengan orang-orang yang memberimu hawa positif ini, kamu juga dapat menginspirasi para fresh graduate dan jobseeker lainnya untuk berkumpul bersama orang-orang berhawa positif lain sehingga mereka menjadi semakin yakin dengan bidang yang menjadi calling mereka masing-masing.

Jadi, supaya kamu dapat mengetahui calling kamu, kamu tidak cukup hanya dengan mengandalkan diri sendiri dan menjadi “aji mumpung” dengan mencoba berbagai macam pekerjaan sampai ketemu sama the one” alias calling kamu.

Lihat juga sekitarmu, terutama sekali orang-orang yang dekat denganmu. Perhatikan juga respons yang kamu gunakan dalam menjawab halangan dan rintangan di sekitarmu. Jangan lupa cari inspirasi, terutama jika pikiran mulai buntu.

Yuk bangun karirmu! Buat akun Jalurkerja.com sekarang dan lengkapi profilmu agar kamu dapat segera menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mu!

Support by Urbanhire, untuk melihat sumber artikel klik disini.